SUARA INDONESIA
Banner

Misterius, Batu Silindris Temuan Banyuglugur Situbondo

SITUBONDO- Sebongkah batu yang cukup besar dan padat serta cukup unik bentuknya ditemukan warga di Dusun Pesisir, Desa Banyuglugur, Kecamatan Banyuglugur, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur sekitar kurang dari seminggu yang lalu. Hal itu diungkapkan salah satu pegiat sejarah setempat, Halil Budiarto pada Jumat (21/1/2021) siang.

"Batu yang dilaporkan jupel (juru pelihara) Situs Selobanteng itu bentuknya silinder dengan guratan melingkar pada bagian atasnya. Sedangkan pada bagian tengah terdapat palung," ucap Halil.

Pria yang merupakan salah satu anggota TACB (Tim Ahli Cagar Budaya) Kabupaten Situbondo ini mengaku cukup takjub dengan keberadaan benda yang unik tersebut.

"Dari komunikasi yang saya lakukan pada Bapak Sa'id dari BPCB (Balai Pelestarian Cagar Budaya) Jatim, belum diketahui secara pasti fungsi dari batu tersebut termasuk dari era apa masih belum dapat dijelaskan. Yang pasti langkah penyelamatan harus segera dilakukan oleh pemerintah daerah," tandas Halil.

Sementara Kepala Bidang Kebudayaan Dispendikbud (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) Kabupaten Situbondo, Rangga Perdhana mengatakan akan ada langkah lebih lanjut terkait pengamanan ODCB tersebut.

"Langkah penyelamatan tentu kita segera lakukan. Bahkan Senin (25/1/2020) dari dinas akan berkoordinasi langsung dengan pihak Perhutani yang lahannya kedapatan artefak tersebut. BPCB Jatim sudah turun berdasarkan laporan dari jupel Situs Selobanteng," ujar Rangga.

Analisis arkeologis yang disampaikan oleh akademisi UNEJ (Universitas Jember), Kayan Swastika menyebutkan jika artefak itu masuk dalam tipologi jenis megalit batu silindris . Secara fungsionalitas, masih belum diketahui secara pasti.

"Baru kali pertama ini saya mengetahui adanya objek dengan karakteristik morfologi seperti itu . Ya, sepintas seperti batu silindris yang pernah ditemukan di Situs Kamal Jember. Tapi profil di atas permukaan batu agak berbeda. Profil batu silindris di Situs Kamal tersusun bertumpuk vertikal," ungkapnya.

"Yang jelas ini temuan langka dan menarik. Jadi perlu disisir lagi, apakah ada temuan serupa, misal berkelompok atau tunggal, sehingga dapat secara tepat kita mengkajinya," pungkas Kayan. (*)



Apa Reaksi Anda?